Reader Comments

Merek Paten Terdaftar

by Mr Gplx (2019-09-04)


Konsultan Terdaftar untuk urusan pendaftaran merek luar negeri. Presiden Asosiasi Perminyakan Indonesia (IPA) Tumbur Parlindungan mengharapkan kegiatan eksplorasi minyak dan gas di Indonesia didorong mengingat masih banyak cadangan minyak di kawasan Asia Tenggara.

"Sayangnya, dalam 15 tahun terakhir, kegiatan eksplorasi telah sangat minim di Indonesia. Bahkan, banyak negara lain yang cadangan minyak dan gasnya lebih sedikit daripada Indonesia telah meningkatkan untuk investasi minyak dan gas hulu," kata Tumbur Parlindungan. siaran pers yang diterima di sini pada hari Minggu.

Dia menyatakan bahwa saat ini, Indonesia memiliki peluang dan tantangan dalam memulihkan kejayaan sektor hulu migas.

Ini, lanjutnya, dapat dilakukan dengan mengembalikan minat dan antusiasme investor minyak dan gas global untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi di dalam negeri.

"Cadangan minyak dan gas nasional terbukti masih relatif besar di kawasan Asia Tenggara, bahkan di Asia. Hanya saja perlu ada tambahan cadangan minyak dan gas yang direalisasikan melalui eksplorasi," kata Tumbur.

Untuk alasan ini, katanya, fakta ini harus menjadi perhatian semua pemangku kepentingan, mengingat porsi minyak dan gas dalam kebutuhan energi nasional masih tertinggi jika dibandingkan dengan batubara, atau dengan energi baru dan terbarukan.

Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), target energi fosil campuran pada tahun 2025 mencapai 47 persen dibandingkan dengan 43,5 persen pada tahun 2050..

Masih berdasarkan RUEN, produksi minyak nasional diproyeksikan sebesar 567.000 barel minyak per hari (BOPD) pada tahun 2025, sedangkan pada tahun 2050 adalah 698.000 barel minyak per hari (BOPD).

Sementara itu, kebutuhan kilang minyak mentah nasional pada 2025 mencapai 2,19 juta BOPD dan meningkat menjadi 4,61 juta BOPD pada 2050.

Dengan asumsi bahwa produksi minyak nasional diserap oleh 100 persen untuk kebutuhan domestik, impor minyak mentah nasional pada 2025 akan berkisar dari 1,67 juta BOPD dan 3,92 juta BOPD pada tahun 2050.

Satuan Tugas Khusus untuk Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) berharap bahwa pengembangan kegiatan eksplorasi minyak dan gas di Indonesia akan lebih menggembirakan di masa depan untuk lebih mempercepat pengembangan sektor minyak dan gas nasional .



ISSN: 1946-1879